Memberikan waktu yang lebih lama pada kesedihan akan semakin memperperih luka. Itulah mengapa manusia memerlukan pengalihan rasa, dan juga semangat untuk
move on.
Rasa pedih datang ketika orang yang senantiasa kita rindukan kehadirannya tidak bisa lagi kita lihat, dengar, dan peluk. Rasanya seperti mimpi, ketika baru kemarin, aku masih memandangnya dengan penuh sayang, kagum, dan rasa haru yang begitu mendalam. Sosok yang selalu menjadi pemompa semangat keluarga, tempat tujuan ketika hari raya dan libur tiba, serta curahan hati dan teladan anak cucunya. Figur yang bersahaja namun selalu memberikan harapan. Dalam doa-doanya, aku merasakan kekuatan sebuah kepercayaan.
Manusia, sejatinya hanya memiliki kehilangan. Serpihan kehidupan adalah fase pergantian antara kehilangan dan penemuan. Pergi, hilang, kembali, pertemuan, harapan, kesedihan, kegembiraan, perpisahan, kerinduan, hilang, berganti,... Fase-fase yang selalu berputar dan mengilhami 'keabadian' perubahan.
Dalam khusuknya diam, doa-doa terselip untuk mereka yang telah tulus menyayangi dan ikhlas mendoakan, walau tanpa diketahui.
Angin berhembus perlahan, kemuning senja melintasi batas laut yang mempertegas garis alam. Antara siang dan malam, ada banyak alasan untuk melanjutkan kehidupan.