Wednesday, February 8, 2012

Self-Reminder!

Kiki
Please..
Focus on your future!
While continuing to sharpen your professional and interpersonal skills,
and, more important : always connecting your heart to The One!


Remember, it's not only about you! Not only about yourself! Not only about your happiness!
Of course, mine is already included!


Monday, February 6, 2012

Dering Insomnia

Selamat pagi insomnia,

Seringkali. Ada rasa bersalah yang menganga lebar karena salah memanfaakan teknologi. Seperti halnya, ada rasa sesal yang sukar padam karena salah langkah, salah pilih, atau salah sangka. Yap, itulah tingkah polah pongkah manusia. Semua itu melengkapi rentetan pengakuan diri dan beberapa embel-embel alasan, pembenaran, dan/ atau boleh juga, bualan. Semakin pagi semakin sadar, tetapi selalu menghindar. Haha. Selalu. Berputar-putar dan tak jelas. Selamat pagi insomnia. Ingat, ingat beberapa hari ini apa yang kau dapati?

Saya melihat dan  merasakan, ribuan bahkan puluhan ribu derap langkah kaki yang penuh harap cemas. Menandai setiap mata yang bertemu, mengamati raut dan lekuk satu persatu anak manusia yang tak takut kehilangan oksigen, berdesak-desakan, berlomba-lomba, meraih apa itu yang boleh kita sebut sebagai: jabatan, uang, penghargaan, status, dan apapun itu masing-masing sesuai motivasi dan kondisi. Saya pun semakin sadar. Ada nilai dalam setiap perjuangan. Ada konsekuensi masa depan dalam setiap keputusan. Ada persaingan dalam setiap pencapaian.

Dalam sepersekian detik itu, saya melamun di tengah balutan kostum putih hitam di ruangan luas ber-AC lengkap dengan isi-isinya, tenggelam di antara atmosfer ketegangan para pejuang masa depan yang tampak serius, kaku, dan fokus, mungkin dalam doa dan niatannya. Entah, saya tiba-tiba membayangkan itu di Padang Masyhar. Saya ngeri sendiri. Saat itu, mereka dan saya bisa saja masih berbalut busana dan optimis pesimis dengan segala persiapan dalam persaingan itu. Nanti mungkin kita akan berkumpul di sana, tidak hanya ribuan bahkan jutaan mungkin lebih. Saat itu bukan hanya persaingan, tetapi juga perhitungan dan pengadilan. Bahkan tanpa modal, termasuk tanpa balutan sandang pun, kita tidak sempat mengamati dan memikirkan orang lain, karena akan takut menilai persiapan diri sendiri. Ahai saya melantur lagi.

Beberapa hari ini saya tahu bahwa mereka dinilai dan diukur dari beberapa kategorisasi, latar belakang, prestasi, dan kualifikasi lain. Jalan panjang akan ditempuh bagi para pencari segudang berlian dan investasi. ^^ Karena saat ini sesuap nasi tidak akan cukup di perut. Dan ternyata demi sesuap nasi pun orang rela mengantri dan saling menyakiti. Ada miniatur mini kehidupan yang saya lihat dari beberapa proses yang menyita waktu, tenaga, dan kesabaran itu. Bahwa setiap proses hidup adalah tes dan ujian. Uji nyali, uji kompetensi diri, uji kesabaran dan perjuangan yang dipertaruhkan dalam proses di masa lalu. Proses hidup adalah berkesinambungan, dan berjalan ke depan. Ada yang gugur, ada yang melangkah. Semakin melangkah ke uji tingkatan lanjut, akan semakin sulit dan besar hembusan tantangan dan cobaan. Dan, selalu ada pilihan bagi yang gugur atau yang melaju.

Semangat berjuang bagi kawan, para pencari (masa depan?)!

Wednesday, February 1, 2012

Jawaban Setan

Subuh ini ketika menghabiskan satu halaman Al Quran dan membaca artinya, ternyata sangat pas dengan puisi tentang setan beberapa saat yang lalu. Jadi, inilah sekuel dari posting sebelumnya berjudul 'Setan'. Ternyata, jawaban setan dalam Al Quran sangat jelas, sebagaimana termaktub dalam Surat Ibrahim ayat 22.

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.  Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.  Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih. ( QS 14:22)

Tuesday, January 31, 2012

Owh... OWL CITY!

This early morning was already pouring rain. It made the day get so gloomy. The perfect nuance to be accompanied by such a sweet and soft song. I picked series songs from Owl City. I LOVED OWL CITY. Their song and music are so awesome, profound, and magical. Here is one of songs I adore so much, named 'Vanilla Twilight'. The lyric is also so lovely.



Monday, January 30, 2012

Maafkan aku untuk itu

Maaf.
Empat huruf yang sederhana tapi berwibawa. Nilainya sangat tinggi. Dihargai dan dielu-elukan, walaupun efeknya menyakitkan. Tapi selalu timbul kelegaan setelah mengucapkan, apalagi berpartisipasi aktif dalam melakukann.

Harusnya empat huruf itu tidak seterlambat ini untuk disampaikan. Memang, banyak orang berkata tidak ada kata terlambat untuk suatu niat baik. Namun tidak semudah itu dalam  mempraktikkannya. Perlu suatu nyali dan lebih banyak lagi hati nurani. Demi sebuah keamanan dan kenyamanan, aku kehilangan itu semua bahkan cadangannya pun tak ada. Tiada yang tersisa. Tiada nyali, apalagi hati nurani.

Jahat.
Ya memang aku jahat sekali. Aku sendiri merasa tidak mengenali diri ini. Mengapa tega sekejam ini. Tapi sekali lagi aku minta maaf. Jikalau kau bilang aku pengecut. Aku mengiyakan. Jikalau kau bilang aku tak punya perasaan, aku tiada menyalahkan. Maaf. Sekali lagi maaf.

Perasaan.
Aku tidak punya perasaan. Barangkali itu cukup menggambarkan, barangkali itu sangat beralasan. Jikalau kau ingin melampiaskan kekesalan. Jangan ditahan. Aku memohon dengan sangat dan hormat, bahwa kau sangat mengagumkan dan hebat. Kau harus melesat, ke puncak tertinggi harapan dan keinginan. Dimana aku? Tenanglah, aku juga tidak akan tinggal diam. Setidaknya kita akan sama-sama bergerak. Walaupun di jalur yang berbeda, di lintasan yang berbeda. Namun semangat kita masih sama. Itu yang kutahu dulu.

Maaf. Maaf sekali lagi.
Untuk semua waktu yang terbuang. Untuk semua kenangan yang menyenangkan. Untuk penantian yang tidak mengenakkan. Untuk kekeluanku yang kaku. Untuk segala yang tidak menentu dan perasaan kecewa yang menyelimuti. Aku harap kamu bisa memahami walau tanpa pernah ada kata.Kuharap keluku menjawabmu.

Aku minta maaf untuk itu.
Aku belum mampu, aku belum mau.
Maaf adalah jawabku.


PS: gambar dari sini

Mau dibawa kemana

dari sini
Hmm.. Judul di atas sepertinya tidak nyambung dengan post yang akan kutulis ini. Haha. Yang jelas beberapa pekan ini rasanya terhibur, hepi, dan capek kewata guling-guling (agak lebay) setelah membaca beberapa buku dan blog dari beberapa orang konyol yang pernah kukenal. Walaupyuun sebagian besar dari mereka ga kenal aku seh. Haha. Sebut saja Raditya Dika dan Ferdi Riva. Yang aku salut adalah cerita mereka sangat ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi berhasil menghibur dan mengocok perut para pembacanya (lebay lagi). Itulah yang mungkin bisa dibilang sebagai cita rasa tinggi sebuah kreatifitas dan orisinilitas. Gaya bercerita seperti inilah yang aku kurang. Pengen dech bisa seperti mereka dalan bercerita. Kalo dilihat liat lagi, posting di blogku emang rata-rata bikin boring orang baca kali ya?? Ya maaph! Haha. Tapi kesimpulannya adalah setiap orang punya style masing-masing. Aku sendiri memang lebih suka menuliskan hikmah kejadian harian dalam bentuk yang abstrak dan implisit. Semakin abstrak dan implisit semakin membuatku puas. Haha. Dasar absurd memang! Semoga orang yang menyempatkan membaca di blog ini kalaupun tidak terhibur, bisa mengambil sisi positif lain.

Alhamdulillah, follower blog ini sudah 26 orang. Sebagian aku kenal, sebagian lagi tidak sama sekali. Salam kenal ya. Siapapun yang membaca dan mau dibawa kemana setelah membaca ini. Ayo kita budayakan berbagi, salah satunya dengan berbagai cerita dan hikmah melalui media apapun yang kita mampu dan yakini.

Salam,
Kiki

Sunday, January 29, 2012

Setan

Setan!
Kau binatang jalang murahan yang sering menggangu pandangan dan pikiran.
Melayang-layang dalam kerlingan namun tiba-tiba hilang dalam kedipan
Engkau disayang dalam buaian tapi laknat dalam kesetiaan

Setaaaaaan
Dasar setan! 
Mengumpat setan oleh setan kepada setan-setan!
Kata manusia setengah setan, setan adalah musuh. Apa kau percaya?
Meneriakkan jangan dekati setan, tapi menari mesra bersama setan-setan.
Katanya, kita  harus mengenali setan supaya bisa menaklukkannya.
Namun, siapa yang takluk, dan siapa yang sering menaklukkan?


# Mengenali setan berarti mengenali diri sendiri. Munculnya tidak disangka-sangkakan, tapi jangan pura-pura tidak kenal. Kita sangat mengenalnya. Dia sangat dekat, jahat, dan kuat. Jangan biarkan dia merusak kita, dengan kepalsuan dan ketidaksetiaan.

# Terpujilah bagi mereka yang menyucikan diri. Bukan karena mereka sok-suci atau merasa suci, tetapi karena mereka merasa sangat kotor, sehingga mendambakan kejernihan yang murni. Salah satunya, dengan cara bersuci, bukan hanya dari hadas dan najis, tapi dari melodi syahwat yang menggiurkan.