Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Thursday, May 26, 2011

Bare and Blue



look at sky high
the beauty, tree
bare and blue
yes,
b a r e
and
b l u e


#missingapieceofmylife

Thursday, December 9, 2010

mimpi semalam..kenyataan pagi tadi

kita bertemu semalam,
mencuri-curi waktu di antara keluh dan peluh
diam-diam, kusimpan hembusan nafasmu dalam nadiku
kita tersipu, dan terlelap bersama dalam peraduan yang santun

pagi ini,
kuhirup nafasmu yang semalam,
hanya saja kuhembuskan kembali
pertemuan semalam hanya memadu kita dalam jangkauan
spasi dua alam, mimpi dan kenyataan

pagi ini, aku tersipu lagi
namun urung kuhirup lebih dalam lagi.
dua nadi telah terjalin dalam hembusan palung hati..
tak mau mencurinya lagi..


jogja, 9 desember 2010




Thursday, November 25, 2010

Menyemai Harapan dan Keyakinan

[gambar dari sini]


dalam suatu segmen waktu..

aku kalut menjelang malam, dan tak tenang ketika pagi datang..
aku punya keyakinan, tapi lemah menghadapi bayangan
aku bersembunyi dalam alasan-alasan,
hingga tak berani menampakkan ketegasan..

aku terpaku, berselimut masa lalu yang syahdu
aku diam-diam mengintip, hingga layu dalam kelu.
kesia-siaan yang nyata, kerapuhan yang mendera
semoga segera berlalu berganti harapan,
dengan penuh keyakinan dan ketegasan

(kiki fauzia, november 2010)

parafrase curahan hati :

kawan, ternyata saya tidak sendiri. ternyata tertatih dan terjatuh ketika mencoba berlari adalah teramat menyenangkan. maka, tetaplah mempunyai keyakinan. itu pula yang coba diingatkan sahabat saya di suatu hari. ingat juga, tetaplah menguatkan hatimu bahwa ada teman-teman di sisimu. yakinlah, bahwa senyum mereka sangat berarti. penghargaan dan uluran tangan merekalah yang sedikit demi sedikit membuatmu bangkit kembali. maka, janganlah sedih, jika ada diantara kawan lain yang mengecewakanmu. mungkin, mereka belum mempunyai kesempatan untuk berbagi kasih sayang dan senyuman denganmu. dan tetaplah yakin, mungkin suatu saat nanti kesempatan itu tiba. maka, tetaplah kuat, dan tetaplah jadi diri sendiri.

pernahkah kawan, kamu bosan dengan hidupmu yas pas-pasan. hidup yang tidak menarik, dengan ritme yang monoton. sementara, kamu mengamati di sekitarmu, mereka bersorai dengan kegagahannya, dengan keberaniannya, dengan kesombongannya, dengan kekuatannya. dan kamu kebingungan, "dengan apakah saya akan bersorai?" kamu pun menciut dan mulai takut. tapi jangan, tetap tenanglah. syukuri jalan hidupmu. perhatikanlah, masing-masing mempunyai lintasan masing-masing. tapi jangan cukup di situ. saya juga baru tahu bahwa kita harus tegar untuk kuat. kita harus berontak untuk bangkit. tegarlah dengan terbiasa menghadapi kesulitan-kesulitan. bangkitlah untuk kebaikan dan kebenaran. dan masa depan yang memulaikan orang orang terkasihmu. berontaklah dengan semangat yang tetap tenang.

kawan, saya bersyukur melewati hari ini dengan suatu hasil yang tidak sia-sia. saya belajar bahwa saya tidak bisa berdiam diri, menunggu, dan akhirnya menyesali. saya harus bergerak. saya harus bertemu orang-orang. saya harus berani bersikap. saya harus tetap positif. saya harus belajar bahwa saya hanya aktor dari kehidupan. saya harus percaya diri, dan berperan sebaik-baiknya. dan yang paling saya syukuri, saya senang dekat sang sutradara kehidupan. jujur, saya teramat berusaha mendekatinya. saya berdoa semoga selalu didekatkan. karena saya merasakan kedamaian yang memompa semangat-semangat juang saya untuk selalu mempersembahkan yang terbaik, dalam upaya menjadi sebaik-sebaik manusia.

tuhan, saya meminta didekatkan denganmu selalu. berikanlah saya keyakinan bahwa saya layak memperjuangkan harapan-harapan saya. semoga tidak hanya semu. semoga berarti dan bermakna. semoga selalu lebih baik, lagi, dan lagi. semoga saya juga tidak buta dan tuli, dan berani menyuarakan sikap diri bahwa selalu ada hari esok. esok seusai esok. esok yang harus dipertanggungjawabkan. oh tuhan, saya semakin malu. jika saya hanya meminta. berbuat untuk meminta lagi. semoga ketulusan itu selalu mendasari. lillahi ta'ala.

gumaman tak bernyawa, dari seorang yang berusaha memberi nyawa pada keyakinan dan harapan. semoga tuhan mengabulkan. amiien

salam,

Monday, May 31, 2010

Pada Sebuah Nama

Tanpa suara aku bergumam mesra. Pada angin yang berhembus kutitipkan salamku. Dalam diam seribu bahasa aku memaknai kalbu. Nama itu selalu. Nama itu menggangguku, dan terus menderu. Dan kepada rasa kubungkamkan asa itu. Pada senja menjelang malam, aku bersaksi. Tidak ada janji dan tak akan ada yang mengingkari. Terlalu dini untuk mengakui, ada satu hati yang menanti. Kuraba hatimu dengan hati-hati, tak kudapatkan yang kumau. Bagai menjangkarkan ragu dalam rasio dan waktu. Jalan-jalan menjemput kenangan. Pada masa yang lalu aku terharu. Pada lembutnya laku dan sorot mata yang sayu. Terpaku terpalu dalam hadir yang menghanyutkan. Membagi mimpi yang sempat terucapkan. Dalam nada dan doa ada segan yang memisahkan. Enggan dalam menguraikan pengharapan. Terbentengi kalut dan kabut yang mengelilingi pemandangan. Pandangan sekitar yang semakin membiaskan. Kedekatan yang justru menjauhkan.

- Kiki Fauzia, 2 November 2009-

i found this poem on my previous blog. so silly back to old times.

Wednesday, May 19, 2010

Wabah Jangkrik


Ketika gelak tawa tak lagi sama.
Nada semakin sumbang.
Partitur semakin ngawur.
Lebih baik menutup telinga.
dan anggap saja jangkrik-jangkrik sedang mengerik.
Akan menjadi melodi malam yang mengganggu tetapi dirindukan.

Salam krik-krik, :) Hahaha.

Saturday, May 1, 2010

Jeda

Jeda..
Jeritan dalam dada
Jelaskan pada dya
apa arti, ambigu jeda.
prasangka? atau
khayal saja.

Berikan jeda..
pada kedipan dan hembusan,
untuk meresapkan keheningan
dan melembutkan kekakuan

Diantara kata-kata
kalimat dramatis, romantis
ada jeda, diantara titik, koma, tanda tanya,
Ada jeda, dalam irama, dan sesak alenia
Antara rima puisi yang berselingan,
jeda, memberikan makna
bahwa diantara jeda, aku ada

Ada jeda.
pada pandangan,
Dua mata menemukan jeda
mengartikan tanda tanya,

Hanya jeda,
yang mampu merekam
Pandangan yang mengujam,
dan belum terhapuskan

Jeda itu ada.

Ada jeda dalam lamunan.
Yang merindukan kepemilikan
Pandangan yang menghujam jeda itu memabukkan.

Ambigu jeda aku mabuk kata.
Hanya jeda yang bisa mengartikan.
Jeda ada dalam dada
Dalam dada ada jeda.

Salam jeda, _Kf_

Thursday, April 22, 2010

simply

simply..
i just wanna be QUIET, when i feel to QUIT

simply..
i just wanna SMILE, when others tend to YELL

simply..
'coz our heart is (still) so chaotic
so, don't blister to others

'coz we never know which one is better?
maybe, we tasted bitter
and never looked into mirror

simply,
our heart is chaotic
just be QUIET and look into mirror
before you started to blister others, like thunder

chaotic regards, _Kf_

ps. please, put yourself on other shoes!

Wednesday, April 14, 2010

rindu ber-PUISI

Kemarin, adik angkatanku men-tag-ku dalam sebuah notes di facebook. Dalam notes itu dia mengutip sebuah karya puisi Sapardi Djoko Damono. Nama itu sangat familiar di telingaku. Bahkan sejak SD. Nama itu melayangkan anganku pada kenangan masa lalu; kecintaanku pada puisi. Ketika SMP, aku gemar berpuisi. Di SMA pun, semakin menggelora hasratku untuk menjiwai karya puisi, berkompetisi dalam interpretasi diri, dan menikmati melodi, irama, rasa, dan roh yang ada pada setiap katanya. Semua itu semakin dramatis jika dijiwai secara mendalam dalam performa diri yang mampu merenggut perhatian ribuan mata yang mengamati, telinga yang mencerna, dan hati yang meresapi.

Ouh, Sapardi Djoko Damono, Piek Ardijanto Soeprijadi, Taufik Ismail, Hartoyo Andangdjaya, Chairil Anwar, Toto Sudarto Bachtiar, Zawawi Imron, dan masih banyak nama lain. Mereka adalah sastrawan yang menghiasi masa beliaku. Mereka pula yang telah menemaniku dalam puluhan festival seni di Kota (Blitar;red), serta mengantarku ke berbagai kompetisi di Sidoarjo, Madiun, dan Banyuwangi. Serta mendampingi adikku ke Gresik. Bahkan yang menerbangkannya mewakili provinsi di Kalimantan Timur.

Aku sungguh rindu berpuisi. Aku rindu menginterpretasikan setiap katanya. Aku haus akan ketatnya kompetisi. Aku mendambakan (lagi) latihan vokal, penjiwaan, mimik wajah, gesture, posture, dan semua yang terangkum dalam sebuah teatrikal atau musikalisasi puisi.

Sayang sekali, semakin ke sini aku semakin menjauh pada seni yang aku gemari. Aku akan sangat mendamba jika waktunya tiba kembali untuk berpuisi lagi. Kapan itu, aku belum tahu.

Salam cinta puisi dan sastra Indonesia, -KF-

Friday, February 12, 2010

when my heart being so emotional


It's getting so emotional..
I just can't help to blow it up on this blog.
It's burning inside, there a tears almost drop in her eyes, but she could handle it.
When she put a hope so high in the sky,
hoping that they are more friendly and contribute things
just for appreciation, in the name of fairness, quality, and equity
but hope remains disapointment

In her eyes, she knew that those who eloquently speaking is
fake
They manipulate for their own interest in the sake of goodness
how come they laughed all the time applaused for their artful

Meanwhile, those who really need support,
drawning hurtly
Those who dedicated their heart to be a part of their support
has accepted suffers from the new mechanism
world is indeed unfair,
I never realized it until I met her, today!
a small experience taught lot about this absurd fairnes

Somehow she told me this is manipulative world, full of manipulative beings.
Full of sly people who sell the tricky mouth to get things.
She also showed me not to easily trust people from their appearance.
Although they are really
convincing!

Yeah, we indeed need to be cautious!!