Monday, December 13, 2010

Berpacu dengan perubahan

Life changes. People changes. Situation changes. Environment changes. Everything on this world keep changing. Do you agree? How do you define changes? Do you feel it? How do you feel about it?

picture from here


"
Perubahan adalah hal yang paling abadi di dunia ini." Entah siapa yang pertama kali mengatakan kalimat tersebut sehingga banyak orang yang mengutipnya. Banyak yang sepakat, namun tidak sedikit yang menyanggahnya. Dan jika kita menjawab pertanyaan dalam intro di atas. Saya yakin pasti interpretasi setiap kepala akan berbeda, bervariasi, dan tergantung konteksnya. Yang jelas kita harus siap dengan perubahan. Sadar ataupun tidak, kita berubah. Pun dengan lingkungan kita, teman-teman, pemikiran, idealisme, pilihan hidup, dan sebagainya.

Akhir-akhir ini saya berusaha berdamai dengan perubahan. Saya juga mengeja berbagai perubahan di sekitar saya. Kemudian, saya mencoba mengingat dan merenung. Saya kah yang berubah, atau lingkungan saya yang berubah? Siapakah yang bertanggung jawab? Manakah yang lebih baik? Atau sebaliknya, saya yang tidak bisa bergaul dengan perubahan yang ada? Saya yang terlalu asyik dengan zona nyaman saya?

Rasa. Anugerah yang tidak bisa dibohongi. Dibalik kata, senyum, dan tawa yang nyata, selalu ada rasa yang tersimpan. Entah apa itu, saya pun tidak bisa mendefinisikannya. Namun saya betul-betul merasakan. Dan memang perubahan adalah sebuah proses yang harus dinikmati. Dan, keberlanjutan perubahan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri.

Banyak hal yang menginsipirasi untuk berubah, dan/atau berpacu dengan perubahan. Terutama dari dan untuk lingkungan terdekat kita. Saya bersyukur mereka ini ada, yang membuat kita berfikir dan berubah. Walaupun prosesnya pahit, sakit, tidak nyaman, berat, namun rasa itu menempa kita untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi. Bahwa selalu ada yang kita syukuri, bahwa kita tidak sendiri, bahwa kekuatan Maha Dahsyat itu ada, bahwa semua kembali ke diri kita. Berbahagialah hari ini yang bisa merasakan perubahan, atau yang menjalani perubahan.

Siapkah? Berubaaaaaah!!! Hahaha. Saya jadi teringat tayangan-tayangan superhero waktu kecil. Ketika dalam kondisi dibutuhkan, mereka selalu siap berubah, untuk kepentingan khalayak banyak, tidak hanya untuk kepentingan dan ego sendiri. Nah, inilah tingkatan perubahan yang juga saya idamkan. Tidak ada kata terlambat untuk perubahan ke arah lebih baik. Semoga semesta alam mendukung. Semoga kita bisa berdamai dengan perubahan.


** Curahan di blog ini memang seringkali absurd dan abstrak. Mungkin memang waktunya berubah ke penyampaian yang lebih baik? Baiklah, saya akan mencoba.
** Perubahan dimulai dengan mencoba berdamai dengan yang kita miliki. Saya sangat bersyukur di atas segalanya bahwa Tuhan Maha Adil dan berpihak pada keadilan. Manusialah yang seringkali tidak adil pada dirinya sendiri, termasuk saya sendiri.
** Terimakasih atas anugerah terindah dalam hidup. Ketulusan dan kasih sayang.
** Mulai sekarang rencanakan perubahan apa yang akan kamu lakukan untuk esok hari.

Terimakasih atas kebijaksanaan setiap manusia.
Salam damai,

2 comments:

Je m'appelle Anna! said...

Kiki! It's so great to hear from you :) I can't read everything but I'll be following your blog. How are things going for you?

Kiki Fauzia said...

Annaaa..
It's SUPERR to finally hear from you.
Hehe. Yeah, I wrote some on my Bahasa (Indonesian language). Well, I tried to keep writing in English thou'. Things are pretty good. I am on my last year of school, struggling with my undergrad. thesis. How about you, dear? France is awesome, isn't it? :)
xoxoxo